Selasa, 24 Januari 2017

Experience of Dance

Assalamualaikum. Halo gaes...kali ini gue bakal cerita tentang hobi gue, yaitu nari. Ko bisa si cewek tomboy macem gue ini bisa nari haha. Banyak yang bilang ke gue salah satunya begini "Dew, kan lo tomboy banget ya, dari kecil aja udah jagoan sekarang ko malah jadi penari gini" kalo ada yang bilang begitu gue tanggepinnya enjoy aja, gue bilang gue juga bingung kenapa gue jadi seperti ini sekarang, bisa nari yawalaupun harus masih banyak belajar. Ohiya, tari tradisional ya bukan modern dance, karena gue gak diizinin nyokap kalo gue ikut modern dance haha. Jadi gini, gue pertama kali nari itu sejak gue masih kelas 6 sd dan kebetulan gue diajarin sama temen tante gue yaitu Bu. Giarti, yang beliau ajarin pertama kali itu namanya Tari Topeng Blantek. Karena dulu gue masih anak-anak gue merasakan kebosanan dan kejenuhan selama latihan haha *apasih*. Pada akhirnya gue berhenti latihan nari. Well, disaat masuk sekolah menengah pertama alias SMP gue berniat untuk masuk ekskul tari dan masuklah gue ke ekskul tersebut, waktu itu yang ngelatih gue di ekskul tari adalah Bpk. Katiyo. Satu tahun berjalan gue merasakan lagi yang namanya capek dalam  menari, bosen, lelah, namanya juga nari badan gerak, otak mikir dsb. Karena itulah akhirnya dikelas 2 SMP gue memutuskan untuk tidak melanjutkan ekskul nari hahaha. Dua tahun kemudian gue lulus SMP dan gue melanjutkan sekolah menengah atas di salah satu sekolah swasta yang ada di Kota Bekasi. Seiring berjalannya waktu gue melanjutkan lagi yang namanya nari disalah satu sanggar yang ada di Bekasi. Tapi gue cuma bertahan satu bulan disanggar itu, karena gue gak merasakan kenyamanan kesempurnaan cinta *loh*.
Sebulan kemudian gue diajakin temen untuk latihan nari di Sanggar Sinar Seli Asih tepatnya di daerah bojong rawalumbu, ya gue izin ke nyokap untuk ikut bergabung disanggar itu dan akhirnya diizinin. Bukan hanya diizinin bahkan hari pertama gue latihan pun dianter dan ditungguin nyokap *ketauandehmanjanya* kebayang dong udah umur 15 tahun masih ditungguin nyokap haha. Tapi sekarang udah gapernah ditungguin lagi ko wkwk. Yaaa gue emang anaknya manja dan gabisa jauh dari nyokap. Di sanggar ini gue menemukan hal yang berbeda, mulai dari cara ngajarnya, pelatihnya, senior-seniornya bahkan keluarganya. Yap, disini gue menemukan kekeluargaan yang bisa dibilang sangat erat dan saling mengasihi. Pelatih tari gue namanya Teh Eem Biliyanti, yaa beliau merupakan seniman kota Bekasi yang sangat terkenal dipenjuru kota Bekasi hehe, dijamin semua orang Bekasi pasti kenal dengannya haha. Beliau terkenal melainkan karena kegigihannya dan semangatnya dalam melestarikan seni dan tradisi yang ada di Kota Bekasi khususnya, kalo ditanya soal kebisaannya dalam menari? widih teh Eem itu jagonya dah sama yang namanya nari, yaiyalahya namanya jga seniman tari, yagak? haha. Tau tari Dodogeran dong? yap pada tahun 2014 lalu tepatnya pada saat Kota Bekasi merayakan HUT Kota Bekasi yang ke 17 tahun, kurang lebih ada 3000 anak dan remaja yang menarikan tari Dodogeran di Alun-alun Kota Bekasi hingga mendapatkan rekor muri. Tau pencipta tari Dodogerannya gak? Tari Dodogeran merupakan karya seni yang diciptakan oleh teh Eem dan suaminya yaitu bang Karsa. Bang Karsa merupakan pimpinan dari Sanggar Sinar Seli Asih, beliau juga merupakan seniman kota Bekasi dalam bidang musik tradisional Kota Bekasi. Jadi pas banget ya suami istri seorang seniman, istrinya yang nari suaminya yang gendang hehe. Oke, berjalan dua tahun disanggar Sinar Seli Asih atau biasa disebut dengan SSA, gue diajak keluar daerah untuk mewakilkan kota Bekasi dalam acara APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) tahun 2014 yang saat itu dilaksanakan di Kota Dumai, Riau, Indonesia. Gimana rasanya? Yaaaa seneng lahya karena ada rasa kebanggaan tersendiri buat gue bisa mewakili kota Bekasi di acara tersebut dan gak semua orang bisa. Dibawah ini merupakan foto saat gue dan temen-temen gue selesai tampil di Dumai, Riau. Kalo mau tau gue yang mana, cari aja yang paling tinggi wkwk.

 


Gue kesana itu sama pelatih gue dan temen-temen gue pastinya, pemusik SSA dan bapak/ibu dari Disporbudpar Kota Bekasi. Alhamdulillah merasa sangat bersyukur karena gue ke luar daerah dibiayi dari Disporbudpar Kota Bekasi tentunya. Tapi gaboleh seneng dulu karena disitulah gue mempunyai tanggung jawab yang besar, yap membawa nama kota Bekasi dan dilihat penari-penari bahkan pejabat-pejabat dari provinsi yang ada di Indonesia. Jadi narinya gaboleh ada yang salah, yawalaupun gue sering ngebleng kalo lagi nari wkwk. Oke next, alhamdulillah gue masih dipercayai guru gue teh Eem untuk tampil di acara-acara berikutnya. Intinya si gue sangat bersyukur bisa kenal dengan teh Eem dan bang Karsa, disini gue bisa menjaga, melestarikan dan memperkenalkan kepada dunia bahwa kota Bekasi itu tidak seperti yang orang lain katakan. Bekasi itu punya seni dan budaya, Bekasi itu punya tarian dan Bekasi itu hebat! Kalo menurut gue sih ya kalo bukan kita sebagai penerus bangsa yang ngelestariin budaya yang ada ya siapa lagi? gamaukan budaya kita diambil sama negara lain? yuk ah kita lestariin budaya yang ada jangan sampe punah. Giliran budayanya diaku sama negara lain marah-marah tapi diri kita sendiri malu bahkan gamau untuk melestarikannya. Jadi harus gimana? haha. Kalo kata teh Eem "Seni itu mahal".
Singkat cerita ini pengalaman yang gue dapet disanggar Sinar Seli Asih.

1. Kirab Budaya 2013. Bandung, Indonesia.

2. APEKSI 2014 di Kota Dumai. Riau, Indonesia.

3. Bali Craft and Tourism Expo 2015 (foto yang tersimpan cuma ini). Bali, Indonesia.

5. Kenduri Seni Melayu & Nusantara 2015. Batam, Indonesia.

6. APEKSI 2016. Jambi, Indonesia.


7. Nusa Dua Fiesta 2016. Bali, Indonesia.

And, Hobi yang dibayar itu mengasyikan loh haha. Salam Budaya!

Sabtu, 26 Maret 2016

TUGAS POLITIK #PART2

1.    Apakah semua yang dilakukan lembaga pemerintah adalah kegiatan politik?
Selama tujuannya masih tentang kekuasaan dan mengarah kebijakan untuk masyarakat, jelas itu kegiatan politik.

2.    Apakah ada sanksi politik?
Harus ada, setiap politikus/pejabat yang melakukan kesalahan harus mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena, kita hidup di negara hukum. Indonesia adalah negara hukum semua masyarakat Indonesia harus taat dan patuh  terhadap peraturan yang sudah dibuat dan tercantum di dalam UUD 1945. Jadi, kesalahan sekecil apapun harus ada tanggung jawabnya.     

3.    Apakah tindakan pejabat dimedia sosial dikategorikan politik?
Bisa iya, bisa juga tidak. Tergantung apa yang ditulis dan diinformasikan oleh pejabat tersebut. Apabila pejabat menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan politik maka bisa dikategorikan politik. Sebaliknya, jika pejabat tersebut menulis atau menginformasikan hal-hal yang tidak berkaitan dengan politik maka tidak dikategorikan politik.

4.    Apakah perlunya pengetahuan politik dimasyarakat?
Sangat perlu, selama ini kebanyakan dari masyarakat Indonesia sudah negatif thinking terhadap politik, termasuk saya. Karena, kurang adanya kesadaran masyarakat untuk mempelajari ilmu politik, masyarakat berpendapat bahwa dirinya bukanlah pejabat bukan juga politikus yang harus mempelajari ilmu politik. “Apasih politik?”, “Buat apa belajar politik?bikin pusing”, “Politik? Gak ngerti ah, yang penting hari ini saya bisa makan aja sudah cukup”. Sebagian orang pasti berpendapat seperti itu. Tapi, salah kalau kita berpendapat seperti itu, semua masyarakat Indonesia harus cerdas harus mengerti dan mengetahui tentang ilmu politik, jadi tahu apa saja tugas yang dilakukan oleh pejabat dan tahu tugas kita sebagai masyarakat dalam kegiatan politik.

5.    Bagaimana menurut anda pemilihan tanpa menggunakan jalur parpol?
Menurut saya pemilihan tanpa menggunakan jalur parpol itu sah sah saja, jika memang sang kandidat sudah siap untuk melakukan semuanya dengan mandiri tanpa bantuan dari partai ya kenapa tidak? 


Jumat, 11 Maret 2016

Hal Yang Menarik Dalam Politik


Sebelumnya saya pribadi tidak begitu paham mengenai  “Politik” sehingga membuat saya bertanya kepada orang-orang disekitar saya. Apasih politik itu? Untuk apa politik di bentuk? Riset membuktikan ketika saya menanyakan apa itu politik terhadap orang disekitar, mereka hanya bisa menjawab bahwa politik itu “kejam” dan “menakutkan”. Dari situlah saya mencari tahu apa arti politik yang sesungguhnya. Setelah itu akhirnya saya berpendapat bahwa politik itu adalah proses untuk mencapai suatu tujuan bersama yang berhubungan antara rakyat dan pemimpin agar terciptanya suatu negara yang damai dan sejahtera. Oleh sebab itu suka tidak suka semua masyarakat harus paham dan mendukung tentang politik.

Hal yang menarik dari dunia politik? Menurut saya banyak sekali hal-hal yang sangat menarik di dunia politik. Di Indonesia khususnya setiap 5 tahun sekali diselenggarakan sistem pemilihan umum atau sering disebut dengan pemilu, pemilu ini difungsikan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), anggota DPR, DPD dan DPRD (Pileg) dan pemilihan lainnya ditingkat Provinsi seperti Gubernur. Sebelum pelaksanaan pemilu pasti ada kegiatan yang disebut dengan “Kampanye”, pada saat kampanye para kandidat ini berusaha untuk meyakinkan, membujuk atau merayu pemilih dengan cara turun langsung ke pemukiman masyarakat di desa-desa terpencil dan berpidato mengenai visi misi yang akan dilakukan jika sang kandidat terpilih. Biasanya para kandidat memberikan janji-janji manis seperti “jika saya terpilih maka tidak akan ada kenaikan BBM, tidak akan ada kenaikan bahan pangan, dsb. Selain itu pada saat kampanye para kandidat memperkenalkan atau mempromosikan dirinya dengan cara memajang spanduk besar dipinggir jalan, menyebarkan flyer, bahkan membuat baju, topi dan pin yang berisi foto dan visi misinya.

Di Indonesia, dalam dunia politik tidak hanya orang biasa yang menjadi politikus bahkan banyak artis dan musisi yang saat ini menjadi seseorang yang terlibat dalam politik. Hanya saja harus ada kempuan dan mengerti akan semua persoalan didalam dunia politik. Public figure yang satu ini merupakan seseorang yang membuat saya tertarik di dunia politik yaitu Bpk. H. Deddy Mizwar. Selain menjadi seorang sutradara Indonesia dan aktor senior beliau merupakan Wakil Gubernur Jawa Barat sejak 13 Juni 2013. Saya beranggapan bahwa semua orang bisa menjadi seorang politikus dengan syarat harus betul-betul mengerti dan memahami semua hal-hal yang mengenai dengan dunia politik. Dan yang paling terpenting adalah setiap para kandidat atau calon politikus harus mempunyai rasa yang jujur dan tegas. Karena jika diawal saja sudah tidak jujur bagaimana dengan seterusnya?